Month: June 2022

5 Gereja Kuno Dengan Ciri Khas Unik di Indonesia

Perkembangan ajaran Kristen di Indonesia telah memainkan peran sejarah khusus di Indonesia tidak hanya dalam kaitannya dengan agama tetapi juga dalam pembangunan negara. Nilai arsitektur tertentu juga beberapa bangunan gerejawi yang agak kuno. Bukti sejarah perkembangan ajaran Kristen di Indonesia masih terlihat kuat di lokasi bangunan gereja yang bersejarah.

Mari kita lihat 5 gereja kuno dengan keunikan di Indonesia :

Gereja Tugu, Jakarta Utara

Gereja Tugu adalah salah satu gereja tertua di Indonesia yang terletak di Kampung Tugu di Jakarta Utara. Tidak diketahui secara pasti kapan pembangunannya dimulai, namun para sejarawan menempatkannya sekitar tahun 1676-1678, bertepatan dengan dibukanya sekolah umum pertama di Indonesia oleh Melchior Leydecker. Pada tahun 1737, gereja Tugu mengalami renovasi pertama di bawah arahan Ferreira d’Almeida, seorang imam asal Portugis, lahir di Lisbon, dan imam Van De Tydt, disponsori oleh Mardijkers.

Bahkan saat ini gereja tersebut berdiri sebagai “GPIB Tugu”, namun karena usianya banyak hal yang harus diperbaiki di berbagai sudut. Gereja ini berpenampilan sederhana tetapi terlihat kokoh dan rapi dan berisi bangku diaken kuno, panel logam, dan mimbar tua. Lonceng gereja mungkin berasal dari tahun 1880, karena lonceng tertua, tertanggal 1747, rusak dan disimpan di sana di pastoran.

Baca Lainnya : 5 Gereja Tua di Cuenca, Ekuador yang Sangat Aneh?

Baca Lainnya : 5 gereja indah di Selandia Baru dengan pemandangan yang menakjubkan!

Gereja Blenduk, Semarang

Warga Semarang tentu sudah tidak asing lagi dengan Gereja Blenduk di Kota Tua. Gereja yang menakjubkan dengan atap berbentuk Blenduk ini masuk dalam daftar gereja teratas di Indonesia. Gereja Kristen Injili ini dinamai W. Westmaas, H.P.A. didirikan oleh de Wilde pada tahun 1753 yang berarti berusia lebih dari 2,5 abad.

Tak heran jika bangunan bersejarah ini telah ditetapkan sebagai warisan nasional oleh pemerintah. Terletak di Jalan Letjen Suprapto 32, gereja ini awalnya adalah rumah bukit Jawa dan kemudian direnovasi dan direnovasi dengan gaya Eropa dari tahun 1787 hingga 1794.

Gereja Ganjuran, Yogyakarta

Gereja ini terletak di Jalan Ganjuran, Sumbermulyo, Bantul, Yogyakarta. Gereja Hati Kudus Yesus atau lebih dikenal dengan Gereja Ganjuran merupakan gereja tertua di Bantul. Gereja ini didirikan pada tahun 1924 oleh keluarga Schmutzer, pemilik pabrik gula di daerah tersebut.

Selain kuno, gereja ini benar-benar unik karena sepintas tampak seperti tempat peribadatan umat Hindu dan memiliki arsitektur yang sangat dipengaruhi budaya Hindu Jawa. Ada berbagai relief yang mirip dengan relief Candi Borobudur, Gua Perawan Maria dengan arsitektur Jawa dan Candi Hati Kudus Yesus.

Katedral Santo Petrus, Bandung

Katedral Santo Petrus adalah tempat peribadatan umat Katolik di Jl. Merdeka n. 14, Babakan Ciamis, Kec. Air Mancur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat. Gereja ini merupakan salah satu gereja paling bersejarah di Indonesia karena dibangun sejak tahun 1921 dan diresmikan pada tanggal 19 Februari 1922. Luypen juga termasuk Vikariat Batavia pada saat itu. Petrus memberkati imamnya.

Ciri khas bangunan ini adalah atapnya yang runcing dan memiliki kemiringan yang agak curam. Dirancang oleh Charles Prosper Wolff Schoemaker, bangunan ini merupakan bukti bisu perkembangan komunitas Katolik Bandung. Gereja ini memiliki gaya arsitektur neo-Gothic akhir. Pembangunan gereja ini selesai pada tahun 1921, Gereja Katedral Santo Petrus yang lebih dikenal dengan Gereja Katedral Bandung terletak di Jalan Merdeka Bandung. Ini dirancang oleh Charles Prosper Wolff Schoemaker dan dinamai St. Ini dinamai Francis Regis. Sampai hari ini, gereja tua ini masih aktif melakukan kegiatan keagamaan.

Gereja Merah, Kediri

Gereja ini terletak di Jl. PPK Slamet #43, Kediri. Gereja ini dibangun dengan gaya arsitektur Eropa pada awal abad ke-19. Gereja Injili Barat (GPIB) atau Kerkeeraad The Protestanthe Te Kediri dibangun pada tahun 1904 oleh JA Broers. Gereja Merah merupakan satu-satunya gereja cagar budaya di Kediri. Menurut Imam, perubahan warna tersebut tidak mengubah bangunan gereja yang dibangun JA Broers. Seorang pendeta Belanda yang dikirim oleh pemerintah Hindia Belanda untuk mengajar Protestan di Kediri. Pemerintah Belanda baru menyerahkan gereja ini kepada penguasa gereja asli asli pada tahun 1948. Awalnya bangunan gereja berwarna putih dan gading, sejak itu Gereja Injili Barat (GPIB) biasa dikenal dengan Gereja Merah. Di gereja ini ada Alkitab Belanda kuno dari tahun 1867 dan koleksi empat mangkuk perunggu antik. Pendeta menjelaskan bahwa gereja yang dibangun pada 21 Desember 1904 ini awalnya berwarna putih. Namun, pada tahun 1969 warnanya berubah menjadi merah dan tetap bertahan hingga saat ini.

Nah itulah 5 gereja kuno dengan fitur unik di Indonesia, Semoga Bermanfaat.