Day: October 8, 2020

Kegerakan Gereja Kristen Di Awal Nusantara Berdiri

Agar kita bisa pahami kenapa umat Kristiani di Indonesia belum pahami arti Mandat Agung kita harus memerhatikan riwayat gereja. Riwayat gereja Indonesia tidak dapat dilepaskan dari jaman penjajahan di mana orang Belanda cari keuntungannya di tanah air serta sekalian bawa Injil ke negara ini. Mematuhi Mandat Agung tidak jadi sasaran penting ‘Vereinigte Ostindische Compagnie’ (VOC), mereka tiba untuk berdagang serta jadi kaya.

Memang benar ada penginjilan pada orang pribumi serta kebaktian dengan bahasa Melayu, tapi gereja serta kehidupan rohani dikendalikan orang Belanda. Umumnya anggota gereja, dengan cara spesial orang Indonesia asli, belum pahami arti Injil. Mereka jadi orang Kristen oleh sebab ingin untung atau membahagiakan hati atasan mereka.

Baca Juga : Harapan Untuk Gereja Mars Hill yang Terluka

Seringkali orang Kristen pribumi cuman pasif di gereja serta berasa senang, bila telah dibaptis. Itu penyebabnya umumnya jemaat lokal kurang mandiri serta berpendidikan dalam soal agama. Disamping itu beberapa hamba Tuhan yang sebagian besar datang dari Belanda kurang kuasai bahasa Melayu hingga masyarakat jemaat tidak diajar secara baik. Agama Kristen jadi “agama Belanda.”

Itu penyebabnya Mueller-Krueger menjelaskan jika semasa jaman VOC kurang lebih 250 tahun riwayat gereja adalah pra-sejarah gereja Indonesia, sebelum gereja-gereja pada era ke-20 mulai bangun serta jadi mandiri.

Bebas Untuk Menentukan Agama

Pada jaman Daendels serta Raffeles awal era ke-19, rakyat Indonesia bebas untuk memastikan agama. Ini waktu di mana tubuh misi dari Amerika serta khususnya dari Eropa tiba kemari untuk menyampaikan Injil ke orang pribumi. Dunia Barat pada saat itu alami kebangunan-kebangunan rohani besar dengan kangen untuk menanam gereja antara orang yang belum terwujud dengan Injil, termasuk juga sukusuku Indonesia. Gereja yang dibangun mereka tidak gereja Belanda tetapi penginjilan mereka berbentuk interdenominasi.

Beberapa misionaris ini diutus selamatkan gereja VOC yang telah berdiri di Indonesia. Jozef Kam, rasul Ambon, jadi perintis serta tidak stop untuk perjuangkan tenaga baru buat gereja yang sedang dengan cara rohani mati serta hampir terbenam. Seringkali guru-guru Injil membantu supaya gereja masih dapat hidup serta berdiri dengan merengkuh pernyataan iman Kristiani

Gereja Protestan Maluku

Gereja Protestan Maluku (GPM) adalah salah satunya gereja di Indonesia yang beraliran Protestan Reformasi. GPM sendiri berdiri di Ambon, Maluku pada tanggal 6 September 1935. Tanggal ini selanjutnya diperingati untuk hari kelahiran GPM. GPM memandirikan dianya dari Gereja Protestan di Indonesia (GPI) atau Indische Kerk untuk bentuk untuk kemandirian gereja.

Tentang Gereja

Gereja Protestan Maluku atau GPM adalah gereja Protestan yang melayani di Provinsi Maluku (Pulau Buru, Pulau Horor, Pulau Ambon, Kepulauan Lease (Saparua, Haruku dan Nusalaut), Kepulauan Banda, Kepulauan Kei, Kepulauan Aru (Dobo), Tanimbar , Babar, Leti- Moa-Lakor, Kisar do Wetar, serta Provinsi Maluki Utara (Kepulauan Ternate, Kepulauan Bacan, Kepulauan Obi, dan Kepulauan Sula) GPM telah berkembang dengan beberapa kendala yang tidak memaksa umat Kristiani untuk mundur dalam hal ini. nusantara, namun semangat Kristiani nya semakin membara.

Tantangan yang ia hadapi berawal dari pengeboman Jepang di Ambon selama Perang Dunia II yang menewaskan separuh hamba Tuhan dan membantai orang di banyak desa. Selain itu, beberapa gereja di Ambon dan Horor dihancurkan selama pemberontakan RMS pada tahun 1950. Juga, momen paling disayangkan ketika kekacauan terjadi di antara komunitas Kristen: Islam adalah kenangan paling tidak menguntungkan dari orang-orang yang membenci perdamaian.

Ketika gereja dan gedung-gedung penting GPM dihancurkan, sekolah dan universitas di kampus Kristen dibakar habis. Dua Klasis berhenti melayani dan ratusan orang di kota tewas. Ribuan orang juga mengungsi ke daerah aman seperti Sulawesi bagian utara, Bali dan Papua. Akibatnya, di Ambon dan beberapa tempat lain yang terjadi kisruh terjadi pemekaran wilayah Muslim dan Kristen yang sangat tidak senang dengan trauma negatif kedua faksi tersebut.